tombol navigasi

berikanlah ilmu yang anda punya walaupun sedikit pasti akan bermanfaat untuk orang lain.. JANGAN PELIT YAA..

save palestine

jam digital

Rabu, 07 Desember 2011

Ilmu Sosial Dasar


Sekilas tentang ilmu – ilmu social, ilmu penegetahuan social dan ilmu sasial dasar.
  1. Ilmu ilmu social dasar.
Telah diketahui bahwa sumber dari segala ilmu pengetahuan adalah Philoshopia ( filsafat ) baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu social bermula dari filsafat. Dari filsafat itu lahir tiga cabang ilmu pengetahuan yaitu :
  1. Natural science ( ilmu – ilmu ilmiah ) meliputi fisika , kimia , astronomi , biologi , botani ,dll
  2. Social science ( ilmu – ilmu social ) terdiri dari sosiologi , polotik , antropologi sejarah , psikologi , geografi , dll
  3. Humanities ( ilmu –ilmu  ) meliputi bahaasa , agama , kesusastraan , kesenian , dll.
Ilmu social terus berkembang secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan manusia di muika bumi ini.
Contohnya :
-           berdirinya akademi polotik di Yogyakarta yang disponsori oleh berdirinya tenaga akademis Pembina ilmu polotik dari belanda.
-          Didirikan balai pendidikan tinggi gajah mada yang mempunyai dua fakultas yaitu fakutas sastra dan fakultas social
-          Didirikan akademi kepolisian
  1. Ilmu pengetahuan social.
Dalam perkembangan ilmu social timbul paham studi social disebut IPS, IPS yang berarti ilmu social yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah. IPS adalah bidang studi yang merupakan panduan ( fusi ) dari sejumlahmata pelajaran social. Materi berbagai disiplin ilmu social seperti geografi , ilmu politik , ilmu hokum ,dll.
  1. Ilmu social dasar
ISD adalah gabungan dari disiplin ilmu – ilmu social yang dipergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah social  yang timbul dan berkembang dalam masyarakat. Dengan begitu ilmu ilmu social dan ilmu social dasar tidak ada perbedaan yang prinsipil.
2. latar belakang ilmu social dasar
Latar belakang diberikan mata kuliah ISD di perguruan tinggi karena beberapa hal :
-          Banyaknya kritikan yang timbul yang ditujukan pada system pendidikan di perguruan tinggi, yang masih berbaur colonial.
-          System pendidikan kia menjadi sesuatu yang elite bagi masyarakat sendiri sehingga kita kurang akrab dengan lingkungan masyarakat, serta mengenali dimensi – dimensi lain.
Sedangkan tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi digharapka tidak menjadi tukan saja tetapi menjadi dan mempunyai tiga jenis kemampuan yaitu
-          kemampuan Personal ( lkemampuan kepribadian )
-          kemampuan akademik
-          kemampuan professional
  1. ilmu social dasar sebagai komponen MKDU
kemampuan personal ditanamkan kepada mahasiswa melelui mata kuliah daar umum atau MKDU. MKDU pun memperluas cakrawala tang tidak terbatas sehingga mampu untuik berwawasan lebih luas lagi yang tidak ada batasannya.
MKDU terdiri dari :
  1. Agama
  2. Pancasila
  3. Kewiraan
  4. Ilmu Alamiah Dasar ( IAD )
  5. Ilmu Sosial Dasar ( ISD )
  6. Ilmu Budayal Dasar ( IBD )
Tujuan mata kuliah dasar umum adalah :
  1. Membantu perkembangan kepribadian mahasiswa
  2. Menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah – masalah dan kenyataan – kenyataan social yang timbul dalam masyarakat
  3. Member pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampuberfikir secara interdisipliner.
Tujuan ISD adalah membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas  dan ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lainnya.
  1. 1. Ruang Lingkup Pembahasan
1)    Adanya berbagai aspek yang merupakan suatu masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan antar bidang.
2)    Adanya keragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat, yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran sendiri, tetapi juga amat banyaknya kesamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola-pola pemikiran.
  1. 2. Masalah-Masalah Sosial dan Ilmu Sosial Dasar
    1. Masalah-masalah Sosial
Masalah yang dihadapi masyarakat tidaklah sama, karena perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam di mana manusia itu hidup, seperti masalah sosial, moral, politik, ekonomi, agama, dll. Suatu masalah yang digolongkan sebagai masalah sosial oleh ahli, belum tentu dianggap sebagai masalah sosial oleh umum.
  1. Masalah-masalah Sosial dan Ahli Ilmu Sosial
Berbagai disiplin ilmu yang tergolong dalam ilmu-ilmu sosial menjadikan masalah sosial sebagai ruang lingkup studi, tetapi pusat studi terdapat pada usaha memahami hakikat manusia menurut perspektif masing-masing.
  1. Masalah-masalah Sosial dan Ilmu Sosial Dasar
Dengan menggabungkan kacamata subjektif dan objektif akan mewujudkan adanya kepekaan mengenai masalah-masalah sosial yang disertai dengan rasa tanggung jawab dalam kedudukannya sebagai masyarakat ilmiah dan warga Negara Indonesia.
BAB II – Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
  1. I. Pertumbuhan Penduduk dan Migrasi
    1. Penduduk Dunia dan Masalahnya
      1. Peningkatan jumlah penduduk / kelebihan penduduk
Disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu kedokteran, sehingga kesehatan penduduk lebih terjamin, dan tingkat kematian bayi rendah.
Akibatnya yaitu: pengangguran (akibat langsung), dan kriminalitas (akibat tidak langsung)
  1. Kekurangan Penduduk (dialami Negara-negara Eropa Barat)
Yaitu kekurangan penduduk berusia muda sebagai generasi penerus. Sebabnya yaitu: lebih mengutamakan pekerjaan / karir dan mampu menyeimbangkan jumlah penduduk
  1. Pendidikan dan Kesehatan di Negara-negara Berkembang
    1. Pendidikan
Kurangnya pendidikan bagi anak usia sekolah. Penyebab:
-       Kemiskinan
-       Terikat dalam kerja rumah tangga
-       Kekurangan bangunan sekolah dan pengajar
-       Tidak memiliki sekolah dasar
  1. Kesehatan
  • Penyakit yang banyak diderita
  1. kebutaan dan anemia
  2. tuberkulosis
  3. cacingan
  4. polioyelitis
  5. lepra
  • Kekurangan gizi
  1. Kekurangan vitamin A
  2. Kurang protein hewani
  1. Perhatian Para Negarawan dan Ilmuwan terhadap Masalah Penduduk Dunia
Terbentuknya kelompok Roma (club of Rome), yang mengadakan studi internasional tentang batas-batas akhir pertumbuhan dunia (The Limit to Growth) yang mempelajari 5 unsur dominan, yaitu:
  1. penduduk makin bertambah
  2. pesatnya industrialisasi
  3. produk pertanian
  4. makin habis sumber-sumber alam yang tak tergantikan
  5. makin rusak alam lingkungan
  1. Usaha Mengatasi Penduduk Dunia
    1. menyeimbangkan jumlah penduduk
    2. konsumsi sumber alam dan pembangkitan polusi harus dikurangi
    3. penyelenggaraan pendidikan dan pengadaan fasilitas kesehatan
    4. peningkatan produksi bahan pangan
    5. penyuburan dan perlindungan tanah untuk mencegah erosi.
  1. Masalah Penduduk di Indonesia
    1. Rapat Penduduk
Adalah perbandingan antara jumlah orang dengan tanah yang didiami (diolah) dalam satuan luas. Kegunaan untuk mengetahui rapat penduduk:
  • untuk mengetahui ada tidaknya gejala overpopulation
    • untuk mengetahui pusat-pusat aglomenrasi (pengelompokkan) penduduk
    • untuk mengetahui penyebaran dan pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun pusat budaya.
  1. Penyebaran Penduduk (Population Distribution) yang tidak merata, sehingga terjadi kelebihan dan kekurangan penduduk. Ini dipengaruhi oleh lokasi, iklim, sumber alam, dan transportasi.
  1. Tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah, karena kurangnya fasilitas pendidikan dan pendapatan perkapita penduduk masih rendah.
  1. Kebijaksanaan Kependudukan
-          Pengertian: kebijaksanaan suatu negara yang menyangkut kemakmuran penduduknya.
-          Tujuan: untuk dapat tercapainya kesejahteraan penduduk dalam arti yang luas, terutama keseimbangan antara jumlah penduduk dengan hasil pembangunan.
-          Usaha-usaha yang dilakukan:
1. Ekstensifikasi pertanian: memperluas areal pertanian dengan forest clearing
Intensifikasi pertanian: pemupukan, pengairan,    terasering,dll.
2. Transmigrasi: perpindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang tidak atau kurang padat.
3. Penyebaran industrialisasi: pembangunan industri yang menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.
4. Keluarga Berencana
Tujuan:
  • Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama ibu dan anak
  • Mengurangi laju pertambahan penduduk.
5. Pendidikan Kependudukan
Tujuan: mengubah cara berpikir dari tradisional statis   menuju cara berpikir yang rasional dinamis.
  1. Migrasi
Yaitu perpindahan penduduk yang melintasi batas-batas administrasi, misalnya: kelurahan, kabupaten, kota, Negara.
  1. Teori Migrasi
  • Teori Gravitasi (Ravenstain)
a. Semakin jauh jarak, semakin berkurang volume      migran
b. Setiap arus migran yang benar akan menimbulkan arus balik sebagai gantinya
c.  Perbedaan desa dengan kota yang menyebabkan timbulnya migrasi
d. Wanita cenderung bermigrasi ke daerah-daerah yang dekat letaknya
e. Kemajuan teknologi akan mengakibatkan intensitas migrasi
  1. Motif utama migrasi adalah ekonomi
  • Teori Dorong-Tarik / Push-Pull Theory (Everett S. Lee)
4 faktor seseorang untuk bermigrasi:
1)                Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal
2)                Faktor-faktor yang terdapat di daerah tujuan
3)                Faktor-faktor rintangan
4)                Faktor pribadi
  1. Migrasi Internal: terjadi antara dua unit geografis dalam satu negara.
  2. Migrasi Internasional: terjadi antarnegara, kemudian dikenal konsep emigrasi dan imigrasi.
  3. Rumus tingkat migrasi:
(jumlah migrasi dalam 1 tahun / jumlah penduduk) x 1000
  1. II. Pembagian Kerja dalam Masyarakat
Kurangnya kesempatan kerja. Penyebab:
-       Pertumbuhan penduduk
-       Lambatnya perkembangan dalam bidang pertanian
Akibat:
-       Pengangguran
-       Arus urbanisasi
Solusi: Penciptaan lapangan kerja yang lebih bervariasi
  1. III. Perkembangan Kebudayaan
    1. Kebudayaan: hasil budi atau akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Dalam pandangan sosiologi meliputi:
-                   Kebudayaan material
-                   Kebudayaan non-material
  1. Hubungan Manusia dengan Kebudayaan
-                   Manusia sebagai makhluk biologi: manusia dipelajari dalam ilmu biologi/anatomi.
-                   Manusia sebagai makhluk sosio budaya: menyelidiki segala cara hidup manusia, juga memahami kebudayaan manusia.
  1. Hubungan Masyarakat dengan Kebudayaan
  • Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan utuh.
  • Masyarakat tak dapat dipisahkan dengan manusia.
  • Dimana orang bermasyarakat akan timbul kebudayaan.
  1. Wujud Kebudayaan menurut Koentjaraningrat
  2. Ide, gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan.
  3. Kelakuan berpola manusia dalam bermasyarakat.
  4. Hasil karya manusia.
  1. IV. Pranata-Pranata dan Institusionalisasi
    1. Pranata
  • Pranata sosial: system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam masyarakat.
  • 4 pengertian norma:
  1. Cara (usage)
  2. Kebiasaan (folkways)
  3. Tata kelakuan (mores)
  4. Adat kebiasaan (custom)
  • Pranata sosial (institusi) dan asosiasi: asosiasi/persekutuan/grup yang terorganisir.
  1. Institusionalisasi (perlembagaan)
Merupakan proses perkembangan dari lembaga-lembaga /institusi/pranata. Institusionalisasi belum memiliki unsur-unsur sistem sosial yang sempurna sebagaimana terdapat di dalam institusi (lembaga).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar